Zakat Fitrah adalah zakat yang dikeluarkan pada bulan Ramadan
atau bulan puasa yang dibayarkan paling lambat sebelum kaum
muslim selesai menunaikan ibadah sunah Shalat Ied. Dan apabila
pelaksanaan zakat dilakukan setelah melewati batas tersebut,
maka zakat tersebut bukan lagi masuk kedalam kategori zakat,
akan tetapi berupa sedekah biasa.

Salah satu hadist yang memperkuat hal tersebut adalah:

“Bahwa Rasulullah SAW memerintahkan agar zakat fitrah
diberikan sebelum orang-orang Islam pergi untuk menunaikan
ibadah shalat Idul Fitri (Shalat Ied). (Hadist Shahih Muslim 1645)”

Adapun cara dalam melakukan melakukan zakat fitrah adalah bisa
dengan membayar sebesar satu sha’ (1 sha’=4 mud, 1 mud=675
gr). Perhitungan tersebut jika di implementasikan dalam bentuk
yang lebih general lagi kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2.7 kg
makanan pokok (tepung, kurma, gandum, aqith) atau yang biasa
dikonsumsi di daerah bersangkutan (Mazhab syafi’i dan Maliki).
Sebagai contoh jika di Indonesia sebagian besar penduduknya
mengkonsumsi beras maka zakat bisa dibayarkan dalam bentuk
beras. Zakat juga bisa dilakukan dalam bentuk uang yang setara
dengan besaran harga beras dikalikan dengan jumlah berat beras
yang wajib dibayarkan.
Zakat pun akan sempurna jika dibarengi dengan keihklasan serta
niat yang tulus. Adapun bacaan niat bayar zakat adalah sebagai
berikut (klik pada gambar untuk memperbesar):

@islamnu